Close
Close Language Selection
PAGE TITLE HERE

Jenis Reasuransi yang Perlu Anda Ketahui

News
17 Sep 2019
NEWS TITLE

Istilah Reasuransi masing jarang terdengar oleh masyarakat umum. Sebab, istilah ini yang digunakan saat satu perusahaan asuransi melindungi dirinya terhadap resiko asuransi dengan memanfaatkan jasa perusahaan asuransi lain.

Arti kata ‘re’ sendiri ternyata lebih kepada makna “untuk dapat membagi risiko yang dihadapinya dengan mengasuransikan kembali sebagian nilai itu pada perusahaan lain (perusahaan reasuransi)”.

Lalu, mengapa perusahaan asuransi sampai merasa perlu untuk melakukan re asuransi? 

Alasan yang pertama adalah untuk membagi atau menyebar resiko. Karena merasa bahwa nilai asuransi suatu premi yang ditanggungnya lebih besar daripada nilai yang dapat ditanggungnya.

Semua ini beralasan karena pada dasarnya perusahaan ingin melakukan perlindungan terhadap kestabilan pendapatannya, dan reasuransi melindunginya dari potensi kerugian yang besar.

Dalam kata lain, untuk mendapatkan keuntungan sebagai perantara perusahaan asuransi mengasuransikan kembali pada perusahaan reasuransi dengan premi yang lebih rendah daripada tingkat premi yang dikenakan perusahaan asuransi itu sendiri pada pelanggannya.

Hampir semua reasuransi melibatkan lebih dari satu perusahaan reasuransi, hal ini berkaitan dengan penyebaran risiko. Perusahaan reasuransi yang menentukan kondisi-kondisi kontrak dan premi reasuransi disebut lead insurer, sementara perusahaan reasuransi lain yang ikut ambil bagian dalam kontrak itu disebut following reinsurer.

Reasuransi sendiri terbagi menjadi menjadi dua, yaitu reasurasni proposional dan non-proposional.

Reasuransi proporsional adalah reasuransi dimana perusahaan reasuransi mengambil alih risiko klaim secara proporsional berdasarkan klaimnya. Misalnya, jika ada perjanjian reasuransi proporsional antara perusahaan asuransi dengan perusahaan reasuransi sebesar 30%, maka jika terjadi klaim dari pemegang polis, perusahaan asuransi hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 70% dari jumlah klaim, sementara sisa 30% dari klaim akan ditanggung oleh perusahaan reasuransi tersebut.

Sedangkan untuk reasuransi non-proporsional adalah perusahaan reasuransi akan menanggung klaim di atas batas maksimal yang dapat ditanggungnya. Misalnya jika perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi telah membuat perjanjian untuk menanggung klaim di atas batas dua miliar, maka untuk klaim, katakanlah sebesar 1,2 miliar, perusahaan asuransi akan menanggung seluruh klaim yang diajukan tersebut. Sebaliknya jika terdapat klaim sebesar 2,5 miliar, maka perusahaan asuransi hanya menanggung sesuai perjanjiannya, 500 ribu misalnya, dan sisanya akan ditanggung oleh perusahaan reasuransi tersebut.

Bagaimana? Produk reasuransi ini tentu saja akan membuat Anda tidak perlu khawatir akan jaminan proteksi yang didapatkan setelah ikut asuransi, bahkan resiko terbesar sekalipun.

Related News & Media